Oleh: Slamet Budijanto dan Azis Boing Sitanggang

Lipida yang digunakan pada bahan pangan secara konvensional digolongkan menjadi dua kelompok berdasarkan wujudnya pada suhu ruang (25oC), yaitu minyak yang berbentuk cair dan lemak yang berbentuk padat. Sebagian besar minyak makan (cair) berasal dari nabati walaupun dapat juga diperoleh dari hewan dengan beberapa perlakuan fraksinasi. Minyak dari hewan dalam bentuk cair hanya dijumpai pada minyak ikan. Akan tetapi minyak ikan sangat mudah rusak karena mengandung asam lemak tidak jenuh berantai panjang (Poly unsaturated Fatty Acid, PUFA), seperti asam lemak AA (Arachidonic acid), EPA (Eicosapentaenoic acid) dan DHA (Docosahexaenoic acid) yang rentan mengalami proses oksidasi. Dengan adanya kandungan omega-3 nya (ω-3), secara ekonomis minyak ikan akan lebih sesuai untuk digunakan sebagai ingridien pangan fungsional karena akan menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih baik jika dibandingkan untuk aplikasi minyak makan/goreng.

Informasi selengkapnya. Klik!

 


Leave a Reply